Festival Wirakarya ehmm mungkin bagi saya adalah kegiatan yang asing karena saya baru mengenalnya di SMA sebab di SMP dulu tidak pernah diberi tahu tentang kegiatan ini.

Pertama kali saya mengenal FWKKP baru kemarin (kalau bisa dibecandain) perwakilan dari Dewan Ambalan mempromosikan kepada anggota Bantara khususnya dan banyak yang berminat, hari berlanjut hari peserta yang mau mengikuti FWKKP mulai menurun dari SMA N 1 BADEGAN dikarenakan memiliki kesibukan yang mendadak dan ada yang tidak di izinkan oleh orang tua. Tindakan lanjutan dari Dewan sepakat untuk memberitahukan kepada siswa siswi kelas 10 dan 11 ternyata banyak juga yang berminat dan pada akhirnya kuota jumlah peserta kita terpenuhi yaitu 2 tim Putri 2 tim Putra yang setiap tim nya beranggotakan 5 anak.

Hari semakin mendekati Festival, kita sepakat untuk berkumpul untuk menggumpulkan barang yang akan di bawa saat Festival nanti.Tanggal 19 Februari 2019 kita Kontingen Ponorogo berkumpul di Kwarcab untuk menggumpulkan barang-barang dan juga untuk pembagian basecamp dan rumah yang nantinya akan diKelir.

Tanggal 21 Februari 2019 adalah hari pemberangkatan dimana sebelum kita berangkat ke Pacitan kita melakukan Upacara pemberangkatan di Kwarcab.

Sekitar jam 10.30 kita Kontingen Ponorogo sampai di Pacitan tepat didepan Gedung Yabi, Kita datangnya disana terlambat jadi kita tidak dapat mengikuti Technical Meeting serta pembekalan Pola Hidup Sehat Bersih, Pembekalan dari Badan Pengawas Obat & Makananserta pembekalan dari BKKBN.

Sesampainnya di Pacitan kita di arahkan Panitia FWKKP menuju basecamp, kita sebasecamp bersama SMK N 1 JENANGAN bersyukur kita dapat menepati basecamp rumah Ibu Yati karena kita hanya berjumlah 10 anak dan basecamp yang lain ada yang sampai 20 anak, Kita di rumah Ibu Yati sudah disediakan segala macam kebutuhan kita seperti; sabun cuci baju,hanger baju,jepitan rambut selain itu kita disana setiap pagi dibelikan susu kedelai terus siang harinya kita di sediakan es lilin dan buah-buahan dan jika malam kita di berikan cemilan ringan seperti kacang beserta teh manis. Siapa coba yang tidak mau diperlakukan seorang raja? Pasti semuanya mau ya padahal kita mengira nanti gini gini tidak karuan nanti gini salah gitu salah sini dihukum sana dihukum (lantas pemikiran di benakku saat aku akan mengikuti FWKKP) yah ternyata kita disini enak hidup sudah makmur banyak nambah teman makanan tinggal mengambil malam kita berjoget (ehh bersuka ria maksudnya) bahkan uang saku kita tidak sedikitpun berkurang.

Jam 14.00 Bakti Pengecatan pertama di mulai kita bersamaan SMA N 1 SLAHUNG yang kebetulan dari Ponorogo juga, nah ternyata kita salah rumah karena waktu pembagian di Kwarcab kita benar dirumah situ tenyata ada perubahan rumah yang akan di kelir. Pertama kita membersihkan pagar karena banyak lumutnya selanjutnya kita mulai mengelupasi cat tembok yang dulu agar saat kita mengecat nanti catnya dapat menempel dengan sempurna.

Malam pembukaan yaitu penampilan dari Guest Star Jihan Audy yang sebelumya telah terlaksanakan Upacara Brawijaya yang di datangi oleh Kakak dari Kwarda Jatim beserta jajarannya, kebayangkan gimana rasanya? haru sekaligus bangga yang saya rasakan karena apa? Karena tidak semua Pramuka Penegak bisa mengikuti Festival ini, Wahh wahh riang teriakan ku karena saat itu juga aku duduk di depan sendiri dekat panggung bersama ketiga teman timku yang dua orang lagi tidak tahu kemana hilangnya mungin sudah ditelan bumi (becanda ya kak jangan diambil hati,ehh bentar hati mana mungkin dapat diambil,nah kan jadi cerita apa!) setelah itu kita diberikan informasi bahwa DKD JATIM menyelenggarakan lomba video kreatif,lomba artikel,beserta lomba foto keren mendengar hal tersebut saya langsung tertertarik sebab hadiah yang di dapatkan sangat menggiurkan yaitu tour ke kota Gudeg Jogja  serta mendapatkan uang pembinaan, tropy, serta piagam penghargaan bagi juara 1 untuk juara 2 mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp. 500.000, tropy, dan piagam penghargaan dan untuk juara 3 uang pembinaan Rp. 250.000, tropy, dan piagam penghargaan.

Pagi hari kita melaksanakan sholat Subuh berjamaah di Masjid Agung Pacitan yang disertai kultum pagi setelah sholat kita beramai-ramai menuju  Alun-alun untuk melakukan senam pagi dan senamnya ternyata senam erobic wah pastinya kita terkejut ya Karena kita sama sekali belum pernah melakukan gerakan senam erobic yang sangat lincah, Kita mengikuti gerakan senam hanya sebagian dan yang sebagian lagi kita membuat gerakan sendiri yang terpenting kita dapat bergoyang.

Setiap hari kegiatan yang kita lakukan sama yaitu setelah senam kita makan terus lanjut untuk mengkelir rumah warga Pacitan hanya saja pada malam kedua Kontingen Ponorogo berkesempatan untuk menunjukkan Kesenian Reog Ponorogo sebagai pentas seni, Bangga ya pastinya supaya Kabupaten Pacitan dan Kabupaten Magetan dapat melihat betapa elok nya kesenian Reog Ponorogo betapa indahnya irama music dan betapa cantik bentuk lengkuk tubuh gerakan si Penari jathil. Kita mempersilahkan siapapun untuk mempelajari Reog Ponorogo agar tetap lestari tetapi dengan satu syarat yaitu jangan mengakui Kesenian Reog Ponorogo sebagai kesenianmu karena pada dasarnya setiap Kabupaten,Kota,Provinsi sudah memiliki kesenian yang  berbeda dan tentunya tidak kalah indahnya.

Hari ke-3 sampai sekitar jam 10.30 Bakti Pengecatan terakhir karena itu tepat pada hari jum’at  setelah itu kita anak perempuan di izinkan untuk beristirahat dan dan anak laki melakukan Sholat Jum’at di Masjid Agung Pacitan kita diberikan tugas untuk membuat karangan pesan selama 3 hari mengikuti  FWKKP serta kita di suruh membuat asal usul Desa yang kita tempati, Di kumpulkan batas waktu sampai jam 17.00 tetapi saya tidak langsung mengerjakannya karena saya jalan-jalan mencari toko pulsa sembari menunggu anak laki-laki selesai saya dan Febdila mencari kesibukan dengan membuat video pesan dan kesan mengikuti FWKKP yang nantinya akan saya ikutkan lomba video kreatif ya berharapnya dapat juara entah 3 atau 2 bahkan 1 setelah pembuatan video sudah kurasa cukup saya pulang ke basecamp. Sesampainnya di basecamp tentunya saya langsung mengambil bolpoin dan kertas untuk mengerjakan tugas tersebut tapi kita belum dapat menyelesaikan langsung karena kita akan mengikuti Festival Kecerdasan.

Saya menyimpan kertas karangan yang akan saya selesaikan nanti setelah Festival Kecerdasan, Saya berharap agar bisa mengikuti Festival ini sampai akhir tapi kehendak Allah SWT berbeda saat di soal ke 7 saya sudah lengser karena soalnya sangatlah sulit bagi saya yang belum hafal tentang istilah pramuka dunia yang menggunakan Bahasa Inggris ya saya hanya bisa berharap agar nanti dapat mengikuti FWKKP dan bisa mengikuti Festival dan menjadi perwakilan dari Zona.

Setelah mengikuti Festival Kecerdasan  saya langsung bergegas ke basecamp untuk melanjutkan artikel tidak lama kemudian group di handphone memberitahukan bahwa nasi segera di ambil beserta artikel yang dibuat tadi harus di kumpulkan, Seketika membaca pesan itu saya bertengkar dengan teman saya karena dia belum selesai tentang asal usul desa tadinya saya yang mau mengambil makanan yasudah terpaksa saya tugaskan ke teman ku yang belum selesai tadi.

Malam terakhir kita di suguhkan dengan konser yang saya sangat kagum dan suka padahal sama sekali belum pernah melihat bahkan mendengarkan lagu-lagunya siapa lagi kalau bukan Guest Star Klantink. Saya sangat menyukai karena gaya bernyanyi dan penyampaian music yang selow, aransemen yang tenang dan diam-diam menghayutkan.

Jam 10.00 kita pulang menuju Kota Reog Ponorogo saya langsung memberitahukan kepada ibu saya sekitar jam 12.00 saya sampai di Kwarcab Ponorogo. Nahkaan jadi tertarik bukan untuk mengikuti Festival Wirakarya selepas membaca ceritaku ini! Harap dimaklumi ya jika cerita ini sedikit alay karena saya ya begini orangnya bawel,saya cantik karena saya perempuan ,saya juga terlihat sebagai seorang yang tomboy.

NAMA LENGKAP              : PUTRI ARDINA LAILY MUNTASYA

ASAL KWARCAB              : PONOROGO

AKUN                             :   FACEBOOK     : Ipedz Ardina Tasya

INSTAGRAM   :  @Ipedz_

YOUTUBE      : Putri Ardina

31 COMMENTS

  1. Semangat kakak❤kalah menang dalam perlombaan adalah hal biasa. Tapi yang luar biasa ketika kakak mau mencoba meskipun gagal,karena pada dasarnya keberhasilan nga bisa didapatkan pertama karena yang pertama mungkin kegagalan

  2. Wah…bagus kak pengalamannya…,bagi bagi informasi lagi ya kak kalau ada kegiatan seperti ini lagi…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here