IMPLEMENTASI GOTONG ROYONG SAKA WIRA KARTIKA KODIM 0826 PAMEKASAN di DESA TEJA BARAT PAMEKASAN

4 min


IMPLEMENTASI GOTONG ROYONG SAKA WIRA KARTIKA KODIM 0826 PAMEKASAN di DESA TEJA BARAT PAMEKASAN

Meilly Safriana Yufi

Saka Wira Kartika Kodim 0826 Pamekasan

Email: [email protected]

 

ABSTRAK

Artikel ini memaparkan mengenai implementasi gotong royong Saka Wira Kartika Kodim 0826 Pamekasan bersama masyarakat Teja Barat Pamekasan untuk memperkuat solidaritas dan kekeluargaan. Nilai dalam gotong royong ini yaitu adanya nilai toleransi pada masyarakat Desa Teja Barat Pamekasan, dan wujud pengimplementasian dari Dasa Dharma Pramuka. Hasil dalam artikel ini diketahui bahwa (1) bentuk gotong royong antara masyarakat dan anggota pramuka terdiri dari bersih-bersih masjid dan bagi-bagi nasi (2) kesadaran masyarakat dalam gotong royong sangat antusias dan tinggi (3) penanaman nilai gotong royong diajarkan sejak kecil oleh orang tua di Desa Teja Barat.

 

Kata kunci: Gotong Royong, Solidaritas, Penanaman Nilai

 

PENDAHULUAN

Masyarakat sebagai makhluk sosial dalam kehidupannya tidak terlepas dari nilai-nilai yang menjadi tolak ukur pelaksanaan sebuah kegiatan dalam kelompok masyarakat, melalui aturan-aturan yang disepakati bersama sesuai dengan kondisi lingkungan setempat, melalui nilai perilaku dalam masyarakat dapat diatur dan akan mendapatkan sanksi ketika aturan tersebut dilanggar. Horton dan Hunt (dalam Setiadi dan Kolip, 2011, hlm.119) menjelaskan nilai adalah gagasan tentang apakah pengalaman itu berarti atau tidak, nilai pada hakikatnya mengarahkan perilaku dan pertimbangan seseorang, tetapi ia tidak menghakimi sebuah perilaku tertentu salah atau benar, nilai merupakan bagian penting dari kebudayaan. Masyarakat yang hidup bersama, tentunya tidak hanya dipengaruhi oleh faktor geografis, faktor lain yang mempengaruhi seperti kekuasaan, identitas dan rasa solidaritas dalam masyarakat didukung oleh sistem nilai yang berlaku pada suatu masyarakat tertentu, sebab nilai menjadi dasar untuk menyatukan sebuah kelompok dalam kehidupan bermasyarakat.

Masyarakat merupakan makhluk sosial yang tidak akan bisa hidup sendiri, masyarakat pasti akan saling membutuhkan satu sama lain. Akan tetapi untuk mencapai semua itu sangat banyak pengaruh yang akan membuat masyarakat merasa bahwa dirinya akan bisa hidup sendiri hal tersebut biasanya dipengaruhi oleh baik kekuasaan identitas dan kurangnya rasa solidaritas.

Desa Teja Barat merupakan desa yang masih kental dengan adat istiadatnya berupa gotong royong di mana Desa Teja Barat ini terletak di Kabupaten Pamekasan Provinsi Jawa Timur. Gotong royong dalam kehidupan sehari-hari seperti adanya kebersamaan, tidak ada paksaan, atau muncul karena adanya kesadaran dan tanggung jawab yang tinggi melalui rasa memiliki.

PEMBAHASAN

Gotong royong merupakan kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama dan tanpa minta pamrih sedikitpun. Gotong royong adalah pekerjaan yang dilakukan secara kelompok, dimana kegiatan ini suatu tradisi yang dilakukan masyarakat Indonesia untuk melakukan suatu pekerjaan untuk mencapai tujuan dan keinginan secara bersama-sama. Diadakan gotong royong ini diharapkan masyarakat Indonesia dapat saling merangkul untuk hal yang positif bagi individu maupun kelompok.

Masa sekarang dapat dikatakan bahwa sifat gotong royong dalam masyarakat Indonesia sudah jarang terlihat di desa dan diperkotaan. Untuk itu penulis akan menceritakan Implementasi Gotong Royong dari anggota Pramuka Saka Wira Kartika Kodim 0826 Pamekasan bersama Masyarakat Teja Barat Pamekasan.

Salah satu kegiatan gotong royong atau kegiatan kelompok yang dilaksanakan di Desa Teja Barat Pamekasan ini adalah kegiatan bersih-bersih masjid dan bagi-bagi nasi. Dalam pelaksanaan bersih-bersih masjid dan bagi-bagi nasi ini yang bergabung yaitu anggota Pramuka Saka Wira Kartika Kodim 0826 Pamekasan sendiri dan juga masyarakat sekitar. Kegiatan ini berlangsung pada hari Jum’at tanggal 20 November 2020 dimulai dari pagi pukul 07.00 wib.

Seiring perkembangan zaman yang serba online seperti sekarang ini tidak mengurangi sedikit pun jiwa gotong royong masyarakat Teja Barat, oleh karena itu kami Pramuka Saka Wira Kartika mengangkat Desa Teja Barat agar bisa menjadi contoh bagi desa lain yang jiwa gotong royongnya sudah hampir hilang.

Tidak hanya masyarakat yang sudah dewasa saja yang berkecipung di dalam pelaksanaan bersih-bersih masjid, tetapi remaja dan anak kecil pun juga yang bergabung dalam gotong royong bersih-bersih masjid dan bagi-bagi nasi. Mereka sudah di latih oleh orang tuanya sejak kecil agar bisa hidup gotong royong. Saling tolong menolong dan peduli terhadap sesama.

Dalam Dasa Dharma pada poin kedua yaitu “Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia menjelaskan bahwa kita sebagai seorang Pramuka harus mencintai alam kita dengan cara merawat serta harus bertanggung untuk menjaga nya. Tidak hanya mampu dalam materi kepramukaan ataupun mampu menghafal dasa dharma saja tapi kita harus mampu menerapkannya di masyarakat karena tantangan tersulit itu adalah ketika kita langsung terjun di masyarakat.

KESIMPULAN

Implementasi gotong royong oleh Anggota Pramuka Saka Wira Kartika Kodim 0826 Pamekasan merupakan salah satu upaya kegiatan dalam memperkuat solidaritas dan aksi nyata dari Anggota Gerakan Pramuka dalam kehidupan masyarakat. Ditandai dengan adanya program kegiatan bakti masyarakat berupa kegiatan Bersih-Bersih Masjid dan Bagi-Bagi Nasi di Desa Teja Barat Pamekasan.

Sebagai bentuk implementasi yang dilakukan merupakan salah satu upaya yang baik dalam mempertahankan jiwa gotong royong dan kekuatan solidaritas masyarakat secara umum. Implementasi dalam kegiatan gotong royong di Desa Teja Barat Pamekasan juga melibatkan generasi penerus bangsa mulai dari anak-anak, dan remaja. Hal itu menjadi pengimplementasian yang baik untuk menjaga keutuhan nilai gotong royong masyarakat hingga turun temurun.

Makna yang terkandung dalam Dasa Dharma Pramuka juga menjadi bukti dan aksi nyata yang dilakukan oleh Anggota Gerakan Pramuka Saka Wira Kartika Kodim 0826 Pamekasan dalam berbakti kepada masyarakat.

 

DAFTAR PUSTAKA

Rolitia, Meta, dkk. Nilai Gotong Royong untuk Memperkuat Solidaritas dalam Kehidupan Masyarakat Kampung Naga. (Artikel Penelitian) Pengajar Bimbingan Belajar Nurul Fikri Jakarta, Dosen Prodi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, FPTK UPI, dan Dosen Departemen Pendidikan Geografi FPIPS UPI.

 

Lampiran

 

Biodata Penulis

Meilly Safriana Yufi adalah salah satu anggota Saka Wira Kartika Kodim 0826 Pamekasan. Lahir di Pamekasan 03 Mei 2001. Putri dari Bapak Hafiluddin dan Ibu Yayuk Yudiarti beralamat di Pademawu Timur, Pamekasan, Jawa Timur. Selama berada di Saka Wira Kartika, saya saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Saka Wira Kartika masa bakti 2019-2021.

IG: meillysafriana


guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Yuk berikan tanggapan komentar dari postingan ini.x
()
x
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals