Jiwa Korsa Para Pramuka Sejati

Pada tanggal 19 Maret hingga 22 Maret Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka 2019 zona 9 Ngawi telah dilaksanakan. Dan dapat kita ketahui bersama bahwa Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka merupakan salah satu ajang besar yang diikuti oleh perwakilan pramuka dari gugus depan masing-masing dan diselenggarakan diseluruh Provinsi Jawa Timur.

Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka adalah suatu kegiatan yang menjadi salah satu ajang menerapkan jiwa korsa pramuka sejati. Dalam usaha pengaplikasian dan penerapan jiwa korsa sejati demi mewujudkan suatu pencapaian yang tidak dapat ternilai oleh hal apapun. Karena dalam festival ini banyak mengandung sebuah unsur filosofis kehidupan yang dapat dipetik hikmahnya dan dijadikan sebuah pembelajaran dalam menjalani perjalanan kehidupan.

Hal ini dapat kita ambil nilai – nilai filosofis yang terkandung saat para pramuka sejati akan melakukan sebuah perjalanan yang mengawali pagi hari mereka, ketika akan memasuki area bumi perkemahan dan diakhiri ketika pelaksanaan bakti pengecatan berakhir dan para pramuka sejati harus kembali ke daerah masing-masing.

Pertama, ketika para pramuka sejati memulai perjalanannya menuju bumi perkemahan. Hal ini dapat menggambarkan bahwa suatu perjalanan hidup yang akan mereka rasakan dan akan mereka rintis dengan jalur yang bermacam-macam dan waktu yang berbeda-beda yang dalam hal ini juga dapat diasumsikan bahwa para pramuka akan mulai merasakan sebuah perjuangan dan perjalanan hidup yang baru saja akan dimulai.

Kedua, ketika para pramuka sejati sudah memasuki bumi perkemahan dan telah menyelesaikan perjalanan yang harus ditempuhnya menuju bumi perkemahan. Dalam hal ini juga dapat kita ambil nilai filosofis kehidupannya yaitu ketika para pramuka sejati ini sudah melewati awal perjuangan dalam kehidupan para pramuka sejati ini akan menemukan sekelompok masyarakat. Dengan berbagai macam sifat,perilaku,dan budaya masyarakat yang berkembang dikawasan bumi perkemahan. Festival ini juga merupakan salah satu ajang pembuktian akankah jiwa korsa yang dimiliki seorang pramuka sejati ini mampu membuktikan kepada masyarakat bahwa seorang pramuka sejati siap menjalani kehidupan bermasyarakat. Dimulai dari begitu kentalnya perbedaan dan berbagai macam tantangan kehidupan yang berbeda-beda yang dalam hal ini dapat disimbolkan dengan macam-macam warna cat, medan rumah dan kegiatan para pramuka sejati dalam melaksanakan bakti pengecatan.

Ketiga, Nilai filosofis yang dapat diambil adalah ketika para pramuka sejati ini mulai turun dari kendaraan masing-masing kontingen dan kendaraan yang dinaikinya harus kembali ke tempat asalnya. Kemudian mereka mulai berjalan melewati perkampungan warga dan memasuki rumah masing-masing tim. Hal ini dapat menggambarkan pada saat para pramuka sejati sudah terlanjur masuk dalam kehidupan bermasyarakat para pramuka sejati harus mampu membuktikan bahwa jiwa korsa pramuka merupakan salah satu modal yang sangat penting ketika para pramuka sejati sudah memulai perjalanan hidupnya di lingkungan masyarakat. Dan ketika para pramuka sejati sudah memiliki jiwa korsa yang tinggi dengan menggunakan prinsip kepramukaan. Hal ini akan membuktikan bahwa para pramuka sejati akan lebih siap terjun dalam kehidupan bermasyarakat.

Keempat, ketika para pramuka sejati sudah mulai memasuki lingkungan masyarakat para pramuka sejati akan merasakan sebuah rasa yang berbeda dan tidak dapat diungkapkan secara rinci, yaitu sambutan dan senyuman yang didapatkan oleh para pramuka sejati. Dengan sambutan dan senyuman yang mereka dapatkan telah membuat hati para pramuka sejati menjadi menggelora dalam melanjutkan perjuangan dalam menunjukkan bakti seorang pramuka sejati untuk masyarakat. Hal ini dapat kita gambarkan bahwa ketika dibelakang kita terdapat seseorang yang senantiasa mendukung dalam mengarungi perjuangan kehidupan dan siap menyambut dengan senyuman jika mengalami kegagalan dalam kehidupan maka hal akan membentuk sebuah rasa yang akan berdampak positif. Karena dalam perjuangan mencapai perjalanan kehidupan dan proses pencapaian mimpi pasti akan mengalami kenaikan maupun penurunan.

Kelima, ketika para pramuka sejati sudah melakukan bakti pengecatan dan ternyata pemilik rumah kurang suka dengan hasil perjuangan kita para pramuka sejati juga dapat mengambil sebuah pelajaran. Ketika para pramuka sejati sudah memulai sebuah perjuangan tidak selamanya akan disukai oleh masyarakat dan para pramuka sejati harus senantiasa siap akan hal tersebut. Dan dapat kita jadikan sebuah bahan pembelajaran kehidupan untuk senantiasa melakukan instropeksi diri bahwa ada yang salah dari diri kita dan harus segera kita perbaiki dan jangan sampai hal itu terulang kembali di lain hari. Karena ketika rasa yang kurang baik timbul dalam kehidupan bermasyarakat, hal ini akan menimbulkan dampak yang begitu nyata yang dalam hal ini dapat dianalogikan sebagai sebuah keharmonisan yang sebenarnya sangat indah akan hilang begitu saja tanpa alasan yang jelas akibat timbulnya sebuah permasalahan yang tidak segera di perbaiki.

Dan yang terakhir, ketika para pramuka sejati sudah selesai melakukan bakti pengecatan dan akan kembali pulang menuju gugus depan dan rumah masing-masing. Para pramuka sejati akan merasakan sebuah rasa yang tidak bisa diungkapkan bahwa sambutan yang begitu hangat dari masyarakat dan sesama pramuka sejati akan menghilang dalam sekejap dan para pramuka sejati akan merindukan sebuah bakti untuk masyarakat yang didalamnya mengandung nilai-nilai yang hanya dirasakan para pramuka sejati dan tidak dapat dirasakan oleh orang lain.

Sebuah harapan, kasih sayang , persahabatan, kepedulian , kekompakan, keramahan, dan perjuangan berkumpul menjadi satu di festival wirakarya kampong kelir pramuka tahun ini. Semoga rasa yang para pramuka sejati rasakan tahun ini di festival wirakarya tahun ini dapat dirasakan oleh para pramuka sejati tahun depan dan mereka dapat merasakan keindahan yang tak dapat diungkapkan di festival wirakarya tahun depan. Karena sebuah rasa juga dapat dianalogikan sebagai sebuah pola yang tak teratur akan tetapi dapat terbentuk dan bersatu tanpa tau dari mana pola itu terbentuk. Saya tutup artikel saya ini dengan salam pramuka. Dan mohon maaf yang sebesar-besarnya jika terdapat bahasa yang kurang berkenan di hati kakak-kakak yang saya cintai.

 

Nama : Moch Syahrul Murdianta

Kwarcab : Bojonegoro

Akun media sosial:

Instagram: syahrul_murdianta

Facebook: syahrulmurdianta

 

 

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here