“#JurnalBaktiku Edisi 4 : Baktiku untuk Yosowilangun”

3 min


Selamat datang di Jurnal Baktiku edisi keempat. Untuk edisi ini adalah edisi Baktiku bersama Saka Kencana Lumajang. Terhitung dua tahun sudah aku menjadi anggotanya. Banyak hal yang dapat diambil saat dilaksanakannya setiap kegiatan. Aku menganggap setiap kegiatan adalah kesempatan untuk berproses dan tentu saja aku sebisa mungkin tidak akan melewatkannya.

Saka merupakan Satuan Karya Pramuka. Saka berdiri memiliki tujuan sebagai wadah bagi angota pramuka untuk mengasah keterampilan tertentu. Saka juga dapat digunakan sebagai bekal dalam menjalani kehidupan di masa yang akan datang. Dalam satu saka hanya akan mendalami satu bidang keterampilan saja, ini dimaksudkan agar para anggota dapat benar-benar mampu memahami, menerapkan dan mempraktikkan keterampilan yang dimilikinya.

 Saka Kencana merupakan wadah untuk belajar dan berkegiatan dalam bidang Keluarga Berencana, Ketahanan Remaja, Kependudukan serta Kesejahteraan Keluarga. Saka ini berada di bawah naungan BKKBN Jatim. Untuk di Lumajang sendiri, Saka Kencana berada di bawah naungan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan.

Saka Kencana Lumajang berdiri sejak tahun 2018. Meskipun terkesan masih baru, Saka Kencana Lumajang mampu menunjukkan eksistensinya di Jawa Timur. Hal ini ditunjukkan dengan berhasilnya Saka Kencana Lumajang meraih titel  “Saka Kencana Favorit 2020”.    

           

Saka Kencana Lumajang menjadi Saka Kencana Terfavorit bukanlah tanpa alasan. Saka Kencana Lumajang memang sudah banyak melakukan kegiatan aksi untuk masyarakat dan juga lingkungan. Namun di artikel ini saya akan membahas satu aksi yang saya ikuti yakni pada aksi “Bakti Saka Kencana” yang dilaksanakan pada tanggal 1 September lalu.

 

Pandemi tidak menjadi alasan untuk berhenti berbakti. Banyak yang bisa kita lakukan untuk berbakti dalam keadaan pandemi seperti saat ini. Melalui kegiatan inilah kita akan berbakti. Kegiatan Bakti ini diikuti oleh seluruh anggota Saka Kencana Lumajang, perwakilan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, serta dihadiri oleh perwakilan BKKBN Jatim dan juga perwakilan dari Kwarda Jatim. Kegiatan-kegiatan dalam aksi ini bertujuan untuk menunjukkan bakti kita sebagai anggota saka kepada masyarakat. Kita juga termasuk masyarakat, orang tua kita juga masyarakat. Jadi bakti masyarakat sama halnya seperti kita berbakti pada orang tua. 

Aksi bakti Saka Kencana dilakukan di Desa Wotgalih Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang. Desa ini berada sekitar 20 km dari pusat Kota Lumajang. Sedikit jauh memang. Namun ini dilakukan bukan tanpa alasan melainkan agar aksi Bakti Masyarakat yang dilakukan lebih tepat sasaran. Aksi Bakti Saka Kencana  memiliki beberapa agenda kegiatan yakni Pembagian masker, Kerja bakti, Sosialisai Pendewasaan Usia Perkawinan, Pembagian sembako.

Pembagian masker di wilayah Pasar Yosowilangun menjadi agenda pembuka kegiatan  aksi. Wilayah pasar dipilih karena pasar merupakan tempat dimana banyak orang bertemu dan melakukan kegiatannya. Mulai dari menjual, membeli dan banyak kegiatan lain juga. Ini dikhawatirkan  pasar akan menjadi klaster baru penyebaran covid-19. Klaster pasar bukan merupakan klaster baru di Lumajang, mengingat sebelumnya Klaster Pasar terjadi di Pasar Kunir.

Kebanyakan penghuni pasar merupakan orang-orang yang terkadang tidak mengerti dan tidak paham serta acuh dengan apa yang sedang terjadi pada dunia luar. Mereka hanya terfokus untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu dirasa perlu dilakukannya pendekatan-pendekatan guna mengedukasi kepada masyarakat pentingnya protokol kesehatan saat pandemi.

Namanya Mbah Nah. Mbah Nah pergi ke pasar hanya seorang diri dan tanpa menggunakan masker. Lalu aku memutuskan untuk melakukan dialog singkat sebelum membagi masker. Dari dialog singkat yang aku lakukan bersama Mbah Nah dapat ditarik kesimpulan bahwa Mbah Nah memiliki mindset bahwa dia tidak sedang sakit sehingga tidak perlu memakai masker. Namun setelah dialog singkat yang mengandung edukasi pentingnya masker, Mbah Nah menyadari pentingnya masker apalagi untuk dirinya yang sudah berusia lanjut. Dan Mbah Nah kembali ke rumahnya dengan memakai masker dari kami. Target pembagian masker berikutnya adalah di dalam pasar. Di dalam pasar mungkin hanya 50% orang yang sadar menggunakan masker. Banyak diantaranya memakai masker tidak pada tempatnya. Seperti hanya dikalungkan di leher dan hanya menutup mulutnya saja.

Beberapa penjual juga terlihat sama sekali tidak menggunakan masker. Ketika ditanya mereka mengaku membawa masker lalu menunjukan maskernya. Alasan mereka tidak mau menggunakan masker dikarenakan tidak dapat bernapas dengan bebas.

Dalam aksi pembagian masker ini dapat diambil kesimpulan bahwa masyarakat di Pasar Yosowilangun kurang mendapatkan edukasi mengenai pentingnya masker. Dari sini juga membuktikan bahwa kesadaran diri bukan merupakan satu-satunya faktor agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan. Sekian artikel kali ini, sampai jumpa di #JurnalBaktiku edisi selanjutnya.

#jatimguyub #PeranSakaJatim2020 #lombaartikelsaka2020

v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}

Normal
0
false

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}


ftrayunr

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Yuk berikan tanggapan komentar dari postingan ini.x
()
x
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals