65 shares

Festival wirakarya memang mempunyai banyak makna. Disamping makna tersebut pasti tersirat definisi yang elok didalamnya. Definisi tersebut tentulah dapat berbeda-beda sesuai dengan kesan yang didapat. Sebagai peserta festival wirakrya 2k19 izinkan saya untuk menyampaikan sebuah definisi yang khusus dibawa oleh santri dari kaki gunung Welirang.

Dengan ketatnya pondok pesantren dan kegiatan yang didalamnya, membuat santri sedikit harus merasakan kebebasan. Kebebasan yang saya maksud disini adalah kebebasan untuk merasakan suasana luar namun masih dalam hawa pondok pesantren. Nah, untuk kegiatan yang dapat menjadi jalan kebebasan tersebut adalah PRAMUKA. Festival wirakarya sendiri adalah anak turunan dari kegiatan kepramukaan yang bertajuk kegiatan sosial. Maka, jika kita keluar dari pondok dengan kegiatan bertemakan pramuka sudah dapat dipastikan akan menjadi kenangan tersendiri sebagai kegiatan yang istimewa dan sangat-sangat menyenangkan.

Seperti yang saya ucapkan diawal, Festival tahunan ini merupakan anak turunan dari kegiatan pramuka. Maka, tak dapat dipungkiri sesuatu didalamnya pasti mengandung intisari dari kepramukaan itu sendiri. Yap! Bertajuk dengan judulnya, saya tidak mengarang bahwa festival wirakarya adalah pengamalan dharma pramuka yang anti mainstream. Bukan bukti yang saya suguhkan, namun pengalaman serta pendapat nyata dari kegiatan tersebut yang patut kalian simak hingga akhir nanti.

Oleh karena itu, izinkan saya menantang anda sekalian. Pernahkah kalian merasakan ini saat festival berlangsung? Jika tidak, tolong anda pastikan untuk ikut festival wirakarya tahun depan! Salam pramuka.

  • Taqwa kepada Tuhan yang Maha Esa

Mengingat dharma prmauka yang pertama. Percaya atau tidak, sadar atau enggak. Dengan adanya kegiatan bakti yang kita lakukan tiap harinya selalu dimulai dengan senam. Right? Nah, hubungannya dengan dharma yang pertama ini adalah bahwa rasulullah pernah menyuruh kita untuk menjaga kesehatan. Sedangkan senam adalah pemanasan olahraga yang diharapkan dapat meminimalisir cedera saat olahraga. Jika, rasulullah sendiri menyarankan seperti itu bukankah hal tersebut ada kaitannya dengan perintah Allah. Sesungguhnya Allah itu menyukai muslim yang kuat. Sudah akurat bukan? kita sudah menaati perintah tuhan.

  • Cinta Alam dan Kasih sayang sesama manusia

Untuk dharma yang satu ini, biasanya contohnya mainstream. Tapi, khusus dalam festival ini contohnya bukan main-main guys. Ada yang menarik dari festival ini, khusus untuk tahun ini. Pertama kalinya di selenggarakan. Apa yang baru, nih? Dalam kegiatan tahun ini, kakak-kakak DKD menyiapkan sosialisasi tentang PHBS dan BPOM.

Untuk apa? Guys, penduduk perkotaan cenderung sibuk baik dengan kerjanya atau dengan statusnya. Bukan tidak mungkin mereka akan lebih menaruh waktunya untuk bekerja keras di kantor sehingga mobilitas mereka sendiri cukup padat sampai tak memedulikan pola hidupnya. Nah, kakak-kakak DKD sengaja menggandeng para pramuka penegak sebagai tangan kanan mereka dalam menyalurkan pengetahuan tentang pentingnya pola hidup bersih dan sehat. Membiasakan pola hidup para penduduk lebih terarah dan lebih mementingkan kebersihan dan kesehatan dirinya juga lingkungan.

Begitu juga dengan sosialisasi BPOM, banyak diantara penduduk kota jarang memikirkan makanan yang mereka konsumsi. Tersebarnya edaran makanan yang belum berstandart halal dan layak edar membuat BPOM harus ekstra dalam mensosialisasikan hal tersebut. Sehingga BPOM sendiri teratrik untuk menggandeng para pramuka untuk menggencarkkan kegiatan tersebut dengan membuat aplikasi bernama PRAMUKA SAPA.

Dengan adanya 2 kegiatan tadi, cukup untuk membuktikan bahwa dalam festival ini juga terjadi pengamalan dharma pramuka yang kedua, Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.

  • Patriot yang sopan dan ksatria

Untuk pengalaman dharma ini, mudah saja. Saya rasa kalian menjalankan ini juga. Hai! Ingat tentang aturan ramah-tamah dengan sang tuan rumah. Hal tersebut guna menepati kesopanan sang ksatria tunas kelapa. Kita menggunakan unggah-ungguh basa untuk bersikap sesopan mungkin pada sang tuan rumah. Termasuk nih, menanyakan cat apa yang beliau inginkan. Saya beri contoh nyata, misalnya. “ibuk menawi bapak, panjenenganipun kerso cat nopo?” atau setidaknya dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar. “bapak dan ibu ingin rumahnya dicat warna apa?”.

Guys, tak sampai disitu. Kita juga dibebaskan untuk kreasi pola pengecatan, namun harus tetap dikonfirmasikan. Tahu gak sih? Atau sadarkah kalian bahwa hal tersebut bertujuan untuk pengamalan sikap ksatria yang selanjutnya? Dan, tentunya ini akan berlanjut ke dharma yang selanjutnya. Apa? To be continued.

  • Patuh dan suka bermusyawarah

Festival wirakarya bisa juga disebut bakti pengecatan, right. Nah, tentunya dalam proses pengecatan tidak mungkin dilakukan oleh 1 orang saja. Pasti dilakukan dengan kelompok, baik itu kelompok kecil maupun kelompok besar. Sementara tadi, sempat saya singgung dengan pembebasan kreasi pola pengecatan. Untuk pengekspresian suatu kreasi tak hanya didasarkan pada 1 orang saja bukan. meskipun nyatanya mungkin ada 1 orang sebagai pokok kreasi tersebut, tetaplah kreasi tersebut nantinya harus ditunjukkan pada seluruh anggota kelompok.

Supaya apa? Agar kita dapat bermusyawarah dan mengambil keputusan terbaik untuk pola yang sesuai dengan tuan rumah dan sesuai dengan kelompok kita. Begitu juga dengan kepatuhan kita terhadap peraturan yang mungkin ada di beberapa rumah, kita sudah seharusnya mematuhi peraturan yang ada. Dikarenakan, kita sedang “menumpang” di rumah orang. Pramuka penegak sudah sepatutnya menyadari aturan dan mematuhinya.

  • Rela menolong dan tabah

Untuk dharma yang satu ini, kita akan menyangkut pautkan pada kelompok. Guys, pada suatu kelompok pastilah mempunyai kekurangan dan kelebihannya. Disinilah waktu yang tepat untuk menunjukkan sikap dharma nomer 5. Dalam kelompok saya sendiri, mengalami kesulitan untuk mengecat bagian atas rumah. Sedangkan dalam kelompok kami, para ceweknya cenderung pendek. Nah, maka dari itu bagian yang atas di cat oleh para cowoknya. Kita saling gotong royong dan tolong menolong. Sebagian yang lain juga tabah jika hanya disuruh untuk memegangi kursi yang dibuat naik, dan jujur itumerupakan bagian saya. Well, semua akan berjalan baik jika saling mengalah dan tetap tolong menolong. To be a succes rover, guys.

  • Rajin, Terampil, dan Gembira

Acara ini acara tahunan, its mean acara ini hanya terjadi setahun sekali. Akan sangat disayangkan jika kita menyia-nyiakan kegiatan ini dengan malas-malasan. Eh, bukankah kita juga punya target mengecat 1 rumah dalam 3 hari? Dengan target tersebut juga mengharuskan kita bersikap rajin, right? Kita juga tidak boleh asal-asalan untuk mengecat. Selain karena ini bukan rumah kita yang bisa kita cat sesuka hati kita. Memang perlu ada semacam “trik” untuk mengecat. Bukan saya ingin sok pintar, tapi belajar dari pengalaman “melihat” pak tukang mengecat. Saya jadi tahu, kita perlu terampil memoleskan kuas agar hasilnya memuaskan.

Nah, last but not the least. Sesuatu yang kita lakukan 3 hari berturut-turut bisa membuat kita bored dan menyebutnya hal yang monoton. Mengecat saja bukalah hal yang diinginkan oleh seorang pramuka. Namun, mengecat dengan bergembira itulah pramuka. Untuk mengisi kebosanan, kelompok saya biasanya menyanyikan lagu. Yah, meskipun dengan suara merdu alias merusak dunia. Namun, hal tersebut tak elak mengundang cemoohan tetapi malah mengundang tawa. Apapun caranya, yang terpenting bergembira. Itu menurut saya pribadi.

  • Hemat, cermat, dan bersahaja

Pengamalannya sederhana, rek. Sesuatu yang cair dan berwarna. Yap! Cat. Cat yang sudah di bagikan oleh panitia harus sebisa mungkin cukup untuk 1 rumah. Tentu kalian tahu bahwa kita diharuskan untuk memenuhi dharma pramuka nomer 6. Hemat, cermat, dan bersahaja. Menghemat cat dan sebisa mungkin cermat dalam menggunakannya. Tidak digunakan untuk mengecat hal-hal yang tidak diperintahkan, karena kita harus memprioritaskan cat untuk rumah warga. Tindakan kita juga harus dilakukan dengan bersahaja agar dapat mencerminkan identitas pramuka penegak.

  • Disiplin, berani, dan setia

Guys, sudah sepatutnya kita-sebagai pramuka penegak- disiplin dalam setiap kegiatan. Terlepas terselenggaranya acara ini maupun tidak. Kita harus tetap disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Ada kejadian yang sempat menegangkan acara festival wirakarya 2k19, tetapi hal tersebut tidak membuat acara tersendat karena memang para panitia memberlakukan sistem ketat peratutan. Yang artinya memang memegang teguh sikap disiplin.

Menuju akhir acara , yakni malam closing. Kita dibuat menunggu karena menunggu kehadiran para undangan. Namun, hal tersebut tak membuat kita garing. Masa menunggu itu di jadikan ajang keberanian. Bagaimana tidak? Kita ditantang untuk dapat menyatukan 100 orang–yang terdiri dari 5 daerah- kita ditantang kakak panitian untuk menunjukkan bahwa pramuka jawa timur itu satu tujuan. Alhasil, salah seorang maju untuk membuktikan keberanian dan kemampuannya. Dia berhasil membuat yel-yel yang serempak dan dapat membuat kita dalam satu tujuan. Salah satu teriakan penyemangat kita adalah “penegak jawa timur, satu komando, satu tujuan” lalu di ikuti dengan tepuk tangan dan bermain brick clap. itu cukup sebagai modal kesetiaan kita pada jawa timur-terutama dalam pramukanya.

  • Bertanggung jawab dan dapat dipercaya

Mengingat dari dharma ketiga, kita sudah dipasrahi mandat-kepercayaan- untuk mengecat rumah orang. Of course, itu adalah sebuah kehormatan dan pengungkapan bahwa pramuka memang orang pilihan yang dapat dipercaya dalam pertanggung jawaban perbuatannya.

  • Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan

Ada satu peraturan yang memang mengamalkan dharma ini. Peraturannya adalah boleh mengujarkan yel-yel asal tidak mengandung perkataan yang ambigu. Kita harus menyesuaikan tempat dan menjadi pramuka yang terdidik dengan tidak memikirkan, berujar, dan berbuat yang tercela. Seorang pramuka harus terpuji dan layak di tiru pemikiran, perkataan, dan perbuatannya.

Sudah selesai penjabaran saya yang terbesit dari pengalaman pribadi, pengalaman seorang teman baru, pendapat orang tentang kita, serta kegiatan sederhana yang menyatukan kita.

Hai kawan, ku tunggu pengalamanmu. Jangan sukar menebar ceritamu, siapa tahu ada salah seorang yang menjadikan ceritamu menjadi motivasi meraih mimpi. To be a succes rover.

 

Nama Lengkap            : Annisa Wahyuni Permani Suci

Asal Kwarcab              : Kabupaten Mojokerto

Akun Media Sosial        : annisa_w16


Like it? Share with your friends!

65 shares
Admin DKD

Emperor

Ini biografi di profile tesss saasdftasdfasdf

guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
1
0
Yuk berikan tanggapan komentar dari postingan ini.x
()
x
Choose A Format
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Meme
Upload your own images to make custom memes
Gif
GIF format
Send this to a friend