Scout National Integrity

3 min


Menurut KBBI, Pramuka adalah organisasi untuk pemuda yang mendidik para anggotanya dalam berbagai keterampilan, disiplin, kepercayaan pada diri sendiri, saling menolong, dan sebagainya anggota organisasi pramuka. Kata Pramuka itu sendiri memiliki arti yang cakap sekali, yaitu “Jiwa Muda yang Suka Berkarya”. Tetapi, sebelum singkatan ini ditetapkan, kata Pramuka diambil dari kata “Poromuko” yang artinya pasukan terdepan dalam perang yang diucapkan oleh perintis Pramuka di Indonesia yaitu Sultan Hamengkubowono IX.

Pramuka merupakan proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan keluarga yang dikemas dalam bentuk kegiatan edukatif, menarik, menyenangkan, sehat, terarah, teratur, praktis yang dilaksanakan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan, yang bertujuan untuk pembentukan watak, akhlak, dan budi pekerti yang luhur. Disamping itu, kepramukaan menganut sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan, perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Masuknya pendidikan kepramukaan dalam struktur kurikulum pada pendidikan dasar patut diapresiasi. Pramuka dianggap sebagai wahana pembentukan karakter siswa, karena didalam Pramuka siswa dilatih kedisiplinan, kepemimpinan, kerja sama, solidaritas, mandiri, dan keberanian. Hal ini bermanfaat sebagai penyeimbang kegiatan pembelajaran di dalam kelas yang lebih berorientasi pada arah kognitif (pengetahuan) dan psikomotorik (keterampilan). Kegiatan Pramuka ini mampu membangun kecerdasan siswa pada ranah afektif (sikap dan perilaku), sehingga siswa akan mampu mengembangkan karakter  positif dan budi pekerti luhur.

Pembangunan karakter merupakan persoalan bangsa yang sangat mendasar. Setiap bangsa menyadari pentingnya pembangunan karakter (character building) dalam rangka memelihara dan mempertahankan eksistensi sebagai suatu negara (nation-state). Mengingat proses pembangunan karakter memerlukan waktu yang panjang dan berlangsung sepanjang hayat, oleh karena itu bidang pendidikan merupakan wahana yang efektif dan strategis untuk melakukan pembangunan karakter. Dalam Rencana Strategis Kementrian Pendidikan Nasional 2014-2019 dinyatakan bahwa pembinaan akhlak mulia dan pendidikan merupakan kebijakan utama yang diarahkan untuk terbentuknya sumber daya manusia yang berkualitas dan berguna di masa depan. Melihat besarnya perhatian dan urgensi terhadap pembentukan kepribadian dan karakter bangsa, maka penerapan pendidikan karakter merupakan kebutuhan bahkan menjadi suatu kewajiban. Dengan adanya pendidikan kepramukaan yang sudah diimplementasikan di seluruh satuan pendidikan dapat menjadikan pramuka sebagai faktor pendorong pembangunan karakter bangsa.

Dalam sejarahnya, Pramuka merupakan organisasi kepanduan yang tidak hanya populer di Indonesia, namun juga di kancah Dunia. Boden Powell, sang bapak pandu dunia mengandaikan kegiatan kepanduan ini sebagai sarana pendidikan melalui kegiatan yang menyenangkan. Tipologi menyenangkan ini tentu saja menarik simpati dan minat generasi muda. Sehingga, kegiatan kepramukaan ini sangat berperan penting dalam sejarah pergerakan nasional, baik pra maupun pasca kemerdekaan Indonesia.

Sampai saat ini, Pramuka menjadi kosakata yang tidak asing dalam dunia pendidikan. Meskipun sebelumnya bukan merupakan kegiatan wajib di sekolah, namun faktanya justru hampir semua satuan pendidikan, mulai dari SD (Siaga dan Penggalang), SMP(Penggalang), SMA(Penegak), bahkan ditingkat Perguruan Tinggi(Pandega) melaksanakan kegiatan tersebut. Diakui atau tidak keberadaan kegiatan Pramuka ini  terbukti mampu memberikan arti luar biasa dalam proses pembelajaran di kelas. Pada titik inilah, Pramuka dijadikan sebagai Ekstrakurikuler wajib di Sekolah khususnya pada Pramuka Jawa Timur. Oleh karena itu, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur mempunyai inisiatif bersama untuk mewujudkan tujuan dari Organisasi Gerakan Pramuka di atas.

Drs. H Saifullah Yusuf selaku Kepala Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur mempunyai ide menarik untuk mewujudkan tujuan Pramuka itu sendiri, yaitu menambahkan satu program kerja tahunan Gerakan Pramuka Jawa Timur dimana didalamnya memiliki maksud untuk mengembangkan potensi masyarakat agar bisa peduli lingkungan, serta menanamkan jiwa gotong royong pada Pramuka Penegak dan Pandega Jawa Timur. Kegiatan tersebut sudah tidak asing lagi di telinga kita, yaitu “Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka”.

Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka Jawa Timur merupakan suatu bentuk kegiatan bakti Pramuka Penegak dan Pandega se-Jawa Timur dengan bertemakan warna-warni Indonesia. Kegiatan bakti yang dimaksud ialah pengecatan 1100 rumah warga, sarana umum, penataan lingkungan serta sosialisasi pengawasan obat dan makanan. Dari 1100 rumah warga tersebut terbagi menjadi 11 zona, dengan setiap zona terdapat 100 rumah warga yang akan dicat. Tujuan dilaksanakannya Festival Wirakarya kampung kelir Pramuka Jawa Timur itu sendiri adalah:

  • Terciptanya lingkungan masyarakat yang bersih dan sehat
  • Meningkatkan potensi wilayah yang dijadikan kegiatan
  • Pramuka Penegak mampu menjadi Patriot lingkungan di daerahnya masing-masing
  • Terwujudnya sinergisitas Masyarakat dengan Pramuka, yang diwujudkan dalam karya bakti
  • Semakin tumbuh rasa tanggung jawab dan kesadaran terhadap lingkungan

Kegiatannya sangat menarik, tidak hanya melakukan bakti pengecatan rumah saja, tetapi juga diisi dengan hiburan-hiburan yang membuat kita bahagia dan ingin ikut kembali.Kunci dari berhasilnya dari kegiatan FWKKP ini adalah kerja sama antar tim. Dengan semangat dan kerja sama yang baik, peserta Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka  dapat melaksanakannya dengan senang, ceria, dan menghasilkan kualitas yang mapan. Tidak hanya adu otot atau tenaga saja, dalam kegiatan tersebut juga ada tes kecerdasan otak. Peserta yang mengikuti kegiatan ini akan disaingkan pikirannya antara satu dengan yang lainnya. Disaingkan tentang apa saja? Yaitu tentang kepramukaan, wawasan nusantara, bidang akademik seperti kimia, fisika, biologi, sejarah, geografi, dan masih banyak lagi. Festival kecerdasan ini bukan memiliki maksud untuk adu kepintaran saja , tetapi mempunyai tujuan untuk mencari jati diri Pramuka penegak dan pandega Jawa Timur yang tidak hanya memiliki kualitas dalam sistem kepramukaan saja, tetapi akademiknya juga bisa diandalkan.

Berbahagialah para anggota Pramuka, karena Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember 1960 tentang rencana pembangunan Nasional Semesta Berencana. Dalam ketetapan ini dapat ditemukan Pasal 330. C. yang menyatakan bahwa dasar pendidikan di bidang kepanduan adalah Pancasila. Seterusnya penertiban tentang kepanduan (Pasal 741) dan pendidikan kepanduan supaya diintensifkan dan menyetujui rencana Pemerintah untuk mendirikan Pramuka (Pasal 349 Ayat 30). Kemudian kepanduan supaya dibebaskan dari sisa-sisa Lord Baden Powell (Lampiran C Ayat 8). Dari  ini Pramuka dipercayai sebagai pelopor pembangunan nasional.

Nama Lengkap: Wildan Aufan Fikri Wahyudi

 Kwarcab: Situbondo

 Akun Media Sosial


Admin DKD

DKD Jawa Timur merupakan wadah pembinaan kaderisasi ditingkat kwartir yang diberikan kepercayaan khusus untuk mengelola secara penuh Pramuka Penegak dan Pandega se-Jawa Timur.

Yuk buat konten di website DKD Jatim, kamu bisa tulis artikel, berita, promosi kegiatan, poling, quiz dan konten lainnya. Dapatkan point dan tukarkan dengan hadiah kejutan dari DKD Jatim

Jangan lupa ikuti terus kabar dari DKD Jatim lewat Media Sosial kami.

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Yuk berikan tanggapan komentar dari postingan ini.x
()
x
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals