WUJUD NYATA PERAN PRAMUKA DALAM BHAKTI MASYARAKAT DILINGKUNGAN SEKITAR – SAKA WIDYA BUDAYA BHAKTI LAMONGAN

3 min


Wujud nyata peran Pramuka dalam bakti masyarakat dilingkungan sekitar

Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan, dan perkembangan masyarakat, dan bangsa Indonesia. Melihat fenomena alam dan lingkungan yang semakin hari semakin memprihatinkan.

Pramuka merupakan pendidikan non formal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang memiliki arti orang muda yang suka berkarya. Di samping itu, pramuka juga dikenal dengan orang-orang yang selalu siap. Walaupun disekolah-sekolah sudah diterapkan programa adiwiyata.

Pramuka sangat berpengaruh dalam bidang lingkungan karena pramuka selalu dekat dengan alam, walaupun sekarang sudah modern pramuka tetap dekat dengan alam. Misalnya pramuka melaksanakan kegiatan perkemahan selalu di alam, maupun hutan, pesisir pantai, dipinggir danau, ataupun diatas laut.

Pramuka juga turun aktif dalam bidang lingkungan , pramuka bukan hanya bisa meminjam alam saja tetapi juga turut aktif menjaga, merawat, dan memelihara alam. Pramuka bukan hanya omong kosong saja berbicara tentang peduli lingkungan, pramuka selalu bertindak dalam lingkungan.

Betapa vitalnya peran Pramuka dalam perbaikan dan pemeliharaan lingkungan hidup di saat negara membutuhkan mereka. Maka dari itu, Pramuka patut menjadi garda terdepan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan yang hijau, bersih, indah dan asri.

Mendidik dan membina anak muda dalam gerakan pramuka bertujuan agar mereka menjadi pribadi yang bertakwa dan berbudi luhur sesuai dengan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka. Salah satu janji pramuka (Trisatya) berbunyi “menolong sesama penghuni hidup dan mempersiapkan diri / ikut serta membangun masyarakat.”

Sejak awal didirikan, gerakan kepanduan sangat fokus terhadap pengembangan kehidupan generasi muda, khususnya pembentukan watak dan kepribadian (character building).

Dari awal berdiri pula, gerakan kepanduan memanfaatkan alam sebagai learning centre. Berkegiatan di alam bebas pulalah yang membuat remaja dan anak-anak di Inggris kala itu sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Antusiasme itu muncul setelah mereka membaca buku Aids to Scouting dan Scouting for Boys karangan Baden-Powell, yang berisikan kegiatan menarik dan cara hidup alam terbuka.

Dalam kepanduan, sebagian besar bentuk penyampaian unsur pembinaan bagi anggotanya dikemas dengan bentuk permainan mendidik yang dilakukan di alam terbuka. Dengan demikian, hubungan gerakan kepanduan dengan alam sangat dekat tidak dapat dipisahkan.

Sikap peduli terhadap lingkungan merupakan kewajiban setiap anggota kepanduan. Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan di seluruh dunia, organisasi gerakan kepanduan sedunia, WOSM (World Organization of the Scout Movement) telah menjadi mitra terdepan UNEP (United Nations Environment Programme) dalam menjalankan program “Clean Up the World”.

Bentuk pelaksanaan Pramuka dalam keikutsertaan membangun masyarakat adalah bakti masyarakat. Bakti masyarakat adalah melaksanakan sesuatu yang ikut menyertakan masyarakat. Sebagai mahluk Individu Seorang pramuka selalu berproses sepanjang hayatnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya baik lahir maupun batin.

Sebagai makhluk sosial seorang pramuka selalu berusaha untuk menyesuaikan diri dengan anggota masyarakat lainnya, hidup berdampingan, saling menghormati, saling menolong, saling bekerja sama dan membantu membantu, sehingga akan terjalin kehidupan bermasyarakat yang harmonis, dan sebagai makhluk tuhan seharusnyalah seorang pramuka selalu berusaha meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang maha Esa dengan berusaha sesuai dengan petunjuk-petunjuk Nya dan meninggalkan larangan-larangan Nya.

Sejalan dengan hal tersebut Saka Widya Budaya Bakti kwarcab Lamongan sudah pernah berperan keikutsertaan dalam bakti masyarakat dengan membantu membersihkan lingkungan dan rumah kosong yang di laksanakan pada hari Senin, 23 November 2020.

Kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat membangun taman di desa agar wilayah tersebut lebih berguna daripada kosong tidak ditempati. Selain itu, taman tersebut mempunyai fungsi bagi warga setempat.

Ada 2 fungsi yaitu fungsi ekologi dan fungsi estetis. Fungsi ekologi yaitu taman hijau merupakan ‘paru-paru’ kota atau wilayah. Tumbuhan dan tanaman hijau dapat menyerap kadar karbondioksida (CO2), menambah oksigen, menurunkan suhu dengan keteduhan dan kesejukan tanaman, menjadi area resapan air, serta meredam kebisingan.

Taman tersebut juga bisa menjadi ruang tempat warga dapat bersilaturahmi dan berekreasi. Anak-anak mendapatkan ruang untuk bermain, sehingga tidak terlalu banyak menghabiskan waktu di depan televisi atau video game. Masyarakat dapat berjalan kaki, berolahraga, dan melakukan aktivitas lainnya.

Sedangkan fungsi estetis adalah kehadiran taman memperindah desa tersebut. Bayangkan suasana pedesaan yang gersang. Bandingkan dengan kantor, sekolah, perumahan, dan mall yang menghijau. Bukan saja hati dan perasaan jadi adem. Kepala pun bisa diajak berpikir lebih jernih dan kreatif.

Taman juga menjadi ruang tempat satwa dan tanaman yang bisa dijadikan sarana belajar. Kalau anak-anak juga dilibatkan dalam pengelolaan taman, mereka juga akan mendapat pelajaran soft skill yang penting dan mungkin tak bisa didapatkan di bangku sekolah seperti, belajar berorganisasi dan menghayati nilai-nilai luhur dari upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Serta kegiatan ini sebagai ajang menempah diri peserta didik dalam menjalankan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka untuk mewujudkan para kader menciptakan penerus yang memajukan daerahnya.

Sehingga kegiatan seperti kerja bakti dan lainnya dapat dilaksanakan dengan baik. Respon positif dari berbagai pihak juga terlihat di setiap kegiatan kerja bakti, seperti interaksi warga yang turut membantu dan ibu-ibu setempat.

Sesuai dengan dhasa Dharma pramuka bunyi kedua yakni  “cinta alam dan kasih sayang sesama manusia” melalui kegiatan peduli kanak-kanak telah memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat karena dengan adanya program itu kita bisa menikmati tempat belajarnya meskipun tidak terlalu modern.

Menciptakan generasi muda, setiap anggota gerakan Pramuka sudah selayaknya memberi dampak positif bagi lingkungan di sekitarnya, dengan segala tantangan dan dinamika yang ada sehingga melahirkan para kader-kader yang mampu memajukan masyarakat demi terwujudnya Indonesia yang berkepribadian, maju, dan mandiri.

Aksi kepedulian seperti ini sangat dibutuhkan di tengah kondisi banyak masyarakat yang apatis terhadap lingkungan. Salut, untuk anggota kepanduan di seluruh dunia dan Pramuka di Indonesia yang telah ikut terlibat secara konsisten menjaga kelestarian lingkungan.

 


Nia Hidayah

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Yuk berikan tanggapan komentar dari postingan ini.x
()
x
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals