Wujud nyata pra-WPS Office Wujud nyata pra-WPS Office

Wujud nyata pramuka dalam bakti masyarakat di lingkungan masyarakat

“Pembagian 1000 masker kepada masyarakat”

 

 

Pada akhir tahun 2019, dunia diresahkan oleh virus yang muncul di negara Cina, tepatnya kota Wuhan. Virus dengan nama latin severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-Cov-2) ini, kemudian dikenal dengan virus corona. Covid-19 (coronavirus diseas 2019) yang menjarah kota Wuhan, dalam waktu singkat menjerat korban lanjutan di beberapa negara, termasuk Indonesia.

Pandemi corona yang berkepanjangan ini membuat masyarakat di berbagai dunia semakin resah. Tak hanya berdampak pada dunia kesehatan, virus tersebut juga mempengaruhi sektor ekonomi masyarakat.Mendekati kuartal terakhir tahun 2020, sejumlah negara mulai melaporkan terjadinya masalah kemerosotan ekonomi. Bahkan, negara maju seperti Jerman, Perancis, Italia, Korea Selatan, Singapura, hingga Amerika Serikat juga mengalami hal tersebut. Mampukah Indonesia bertahan dari covid 19 ?

Mengingat Pemerintah Indonesia yang terbilang lamban dalam penanganan Covid-19, sehingga menjadikan Indonesia menempati posisi nomor satu se-Asia Tenggara perihal penduduk yang terinfeksi virus corona. Terhitung pertanggal 11 November 2020, kasus virus corona di Indonesia terkonfirmasi 448.118 jiwa, dengan rincian 378.982 pasien sembuh dan 14.836 meninggal dunia.

Berdasarkan data tersebut, Indonesia perlu upaya terencana, sistematis, dan futuristik. Hal ini dapat dimanifestasikan dalam bentuk kerjasama atau andil proaktif antara pemerintah dengan masyarakat. Pasalnya, obat untuk mencegah virus corona idealnya tidak hanya obat secara medis, tetapi juga psikis/mental. Keduanya perlu disadari oleh segenap masyarakat Indonesia agar lingkar Covid-19 dapat teretas, atau bahkan dibumihanguskan di Indonesia.

Kerjasama dan andil ini dapat dilakukan melalui edukasi, yang tersimplifikasi dengan penyadaran masyarakat, bahwa mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker itu penting. Bukan merupakan kewajiban tetapi kebutuhan. Sebab, harus diakui, masih banyak masyarakat sekitar yang bahkan sampai saat ini beranggapan tentang ketiadaan eksistensi Covid-19. Kalaupun diyakini ada, tidak lain sebuah konspirasi yang berujung pada permainan politik.

Utilitas peran dan kerjasama antara pemerintah dengan masyarakat tidak hanya menjadikan pribadi yang penuh kehati-hatian, tetapi secara langsung mengajarkan untuk senantiasa hidup bersih serta produktif di manapun dan kapanpun. Dengan kata lain, bahwa produktifitas seseorang idealnya tidak melulu ditentukan oleh ruang atau lingkungan luar. Wajar bila pemerintah menganjurkan segenap masyarakat di rumah saja.

Fokus membiasakan diri melakukan aktifitas di rumah (work from home) ini adalah salah satu langkah preventif dan antisipatif untuk menekan angka lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia. Tentu diimbangi dengan konsistensi masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah.

Namun, permasalahan dasar muncul ketika tuntutan membudayakan kebiasan baru ini tidak berbanding lurus dengan pamahaman masyarakat awam khususnya, sehingga proses adaptif belum dapat terlaksana dengan baik. Dalam konteks ini berfokus pada warga di jl. Teuku Umar kecamatan Sampang, kabupaten Sampang. Khususnya bagi para tukang becak dan warga sekitar.

Sebagai contoh dalam penggunaan masker. Relatif banyak dijumpai warga Sampang yang beraktifitas di luar rumah tanpa menggunakan masker. Hal tersebut perlu menjadi perhatian, karena pandemi yang belum berakhir ini mengharuskan masyarakat untuk melakukan tindakan pencegahan, salah satunya dengan menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Akan tetapi mengingat sistem perekonomian mereka, menharuskan untuk bekerja diluar rumah.

Menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, bahwa penularan virus corona dapat melalui droplet, yaitu percikan yang keluar pada saat batuk, bersin, atau bicara. Droplet dapat terhirup orang di sekitar hingga mencapai jarak dua meter, dan mengakibatkan penularan. Oleh karena itu, penggunaan masker bertujuan untuk melindungi diri dari droplet orang lain agar tidak masuk ke hidung maupun mulut kita, begitu pula sebaliknya.

Sebagai langkah antisipasi yang bersifat kolektif, tanggal 19 November 2020, Kami Saka Bhayangkara Polres Sampang khususnya peserta peran saka 2020, berinisiatif untuk mengedukasi tentang pentingnya penggunaan masker kepada warga Teuku Umar, kec Sampang, kab. Sampang, terlebih bagi mereka yang tidak menggunakan masker saat berada diluar rumah.”Tujuannya untuk menginformasikan kepada masyarakat bahwa masker dapat melindungi diri dari paparan polusi udara dan sinar matahari,” katanya

Ataupun asap kendaraan bermotor, rokok, dan debu dapat mempengaruhi kinerja paru-paru dan dapat menyebabkan risiko penyakit pernapasan. Selain itu, polusi udara dan sinar matahari dapat menyebabkan timbulnya permasalahan pada kulit wajah, seperti penuaan dini, jerawat, flek hitam, hingga kanker kulit.

“Alasan lain penggunaan masker yang lebih vital yaitu dapat mencegah penularan penyakit, seperti flu, batuk, hingga Covid-19. Mengingat kondisi Indonesia yang darurat sehat,” tambahnya.Masker dapat mencegah droplet dari orang lain agar tidak terhirup. Maka dari itu, masker menjadi salah satu cara terbaik untuk melindungi diri dari penyakit, polusi udara, dan sinar matahari.

Karena pentingnya penggunaan masker tersebut, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa masker tidak hanya harus dipakai di tempat-tempat yang memungkinkan persebaran virus dan sulit menerapkan jarak fisik, tetapi juga harus dipakai setiap kali keluar rumah atau bepergian. Selain itu, masyarakat perlu tahu bahwa penggunaan masker untuk masyarakat umum dan tenaga medis memiliki standar yang berbeda. Oleh karena itu, penggunaan masker perlu disesuaikan dengan intensitas kegiatan masyarakat.

Di samping mengedukasi tentang pentingnya penggunaan masker, program tersebut juga membagikan masker secara gratis untuk warga yang belum menggunakan masker. Pembagian masker ini bertujuan agar warga Sampang mengikuti anjuran pemerintah untukmematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Selain itu, pembagian masker juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memutus mata rantai Covid-19.

Atas pelaksanaan kegiatan ini, harapan terbaik ialah Indonesia kembali normal, baik secara kultural maupun struktural, dan terbebas dari jeratan Covid-19. Oleh karena itu, sudah selayaknya masyarakat dan pemerintah bersama untuk tetap mengawal perjuangan melawan corona virus diseas-19. (L.Amry).

 


Like it? Share with your friends!

Nuril Kodaria

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Yuk berikan tanggapan komentar dari postingan ini.x
()
x
Choose A Format
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Meme
Upload your own images to make custom memes
Gif
GIF format
Send this to a friend